Selasa, 12 November 2013

Konflik dan Motivasi

     A.    Konflik.

Suatu sikap yang didasari dengan perselisihan, pertengkaran dan ketidakharmonisan disebut konflik. Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. 
Pengertian konflik menurut beberapa ahli :
1.     Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
2.   Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
3.  Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
4.    Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.

Penyebab ada nya konflik:
  1.        Adanya perbedaan pendapat
  2.        Adanya dendam
  3.        Adanya sifat egois
  4.       Adanya persaingan

Jenis-jenis konflik.

Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada empat jenis konflik yaitu:
  1. Konflik intrapersona, adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
  2. Konflik Interpersonal, adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. 
  3. Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok, Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. 
  4. Konflik interorganisasi, Konflik intergrup merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun, dan konflik ini meyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas dan pekerjaan. 
 Akibat dari konflik:
  1.       Adanya pertengkaran.
  2.       Hubungan yang tidak harmonis.
  3.       Menghambat komunikasi.
  4.       Pekerjaan tim yang terganggu.
  5.       Merusak kenyamanan.


Cara menyelesaikan konflik.
1.Kompetisi.
Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2.Akomodasi.
Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3. Sharing.
Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lkain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4.  Kolaborasi.
Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
5.Penghindaran.
Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.


     B.     Motivasi

Motivasi adalah suatu dorongan yang brsifat positif untuk melakukan sesuatu. Motivasi berasal dari kata move yang artinya "bergerak". Salah satu unsur dari motivasi itu sendiri adalah motif atau alasan atau bisa juga disebut bisa jadi merupakan sesuatu yang memotivasi. Motivasi sendiri bisa dikelompokkan menjadi motivasi internal dan motivasi eksternal. Bila motivasi eksternal merupakan motivasi yang berasal dari luar diri, maka motivasi internal adalah motivasi yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Motivasi eksternal biasanya bersifat sementara. Lain halnya dengan motivasi internal yang bersifat lebih kekal. 
Pengertian Motivasi menurut beberapa ahli:
      1.      Anton Irianto. 

Motivasi adalah sesuatu yang menggerakan atau mendorong seseorang atau kelompok orang, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.   

      2.      Alan Loy Mcginnis. 

Kemauan yang tinggi untuk mengerahkan upaya menuju tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi beberapa kebutuhan individual.

      3.      Weiner. 

Motivasi merupakan kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.

      4.      Uno 

Motivasi merupakan sebuah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat untuk melakukan kegiatan, dorongan dan kebutuhan untuk melakukan kegiatan, harapan dan cita-cita, penghargaan dan penghormatan atas diri, lingkungan yang baik, serta kegiatan yang menarik.


Fungsi Motivasi.

Menurut Hamalik (2003:161) fungsi motivasi adalah :
     1.      Mendorong timbulnya suatu kelakuan atau perbuatan. Tanpa adanya motivasi maka tidak akan timbul perbuatan seperti belajar
    2.      Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan ke pencapaian tujuan yang diinginkan.
     3.      Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Motivasi berfungsi sebagai mesin dalam mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu pekerjaan.

Teori motivasi.

Menurut Sri Mulyani seperti dikutip  oleh Darsono (2000:62) teori motivasi dibagi menjadi tiga yaitu: motif berprestasi, motif berafiliasi dan motif berkuasa. Dalam Dimyati mengutip pendapat Maslow (2002:80), mengemukakan kebutuhan akan motivasi berdasarkan 5 tingkatan penting yaitu:
    1.      Kebutuhan fisiologis adalah berkenaan dengan kebutuhan pokok manusia yaitu sandang, papan atau perumahan, pangan.
     2.      Kebutuhan akan perasaan aman adalah berhubungan dengan keamanan yang terkait fisik maupun psikis, bebas dari rasa takut dan cemas.
     3.      Kebutuhan sosial adalah diterima dalam lingkungan orang lain yaitu pemilikan harga diri, kesempatan untuk maju.
     4.      Kebutuhan akan penghargaan usaha menumbuhkan jati diri.
     5.      Kebutuhan untuk aktualisasi diri adalah kebutuhan individu menjadi sesuatu yang sesuai kemampuannya.


Contoh kasus

Buruh yang mogok kerja karena hak mereka untuk dinaikkan gaji mereka. Menurut Sofyan (MENITs.com), mogok kerja dari para buruh yang direncanakan pada 31 Oktober dan 1 November 2013 akan mengakibatkan menurunnya iklim investasi di Indonesia, atau bahkan mengancam para investor hengkang. Dalam aksi mogok nasional nanti, diperkirakan sebanyak tiga juta buruh akan beraksi di 20 provinsi dan 150 kabupaten kota, yang menuntut kenaikan upah hingga Rp3,7 juta per bulan dan menghapus sistem kerja outsourcing. Para buruh yang tergabung di berbagai serikat pekerja mengancam akan melakukan mogok kerja secara besar-besaran pada 31 November sampi 1 Oktober 2013. Aksi mogok nasional tersebut merupakan buntut dari gagalnya berbagai upaya dalam mencari jalan keluar antara serikat buruh, pemerintah dan pengusaha. Buruh menganggap pemerintah tidak pernah serius untuk merealisasikan tuntutan buruh, bahkan, pemerintah tetap bersikeras membatasi kenaikan upah minimum tidak lebih dari 20 persen dan menerbitkan Inpres No. 9 Tahun 2003 tentang upah.

Penyelesaian nya :
Adanya peran pemerintah supaya mensejahterahkan hidup buruh seperti menyediakan rumah murah, kesehatan, dan juga menjaga inflasi, sementara para pengusaha juga telah membantu dari sisi upah dan juga asuransi untuk para pekerja.
  
Sumber:


Minggu, 20 Oktober 2013

Teori Umum Organisasi

Manusia sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Mereka akan membutuhkan bantuan orang lain untuk menjalani kelangsungan hidup mereka.  Bahkan mereka hidup sebagai suatu kelompok yang mempunyai tujuan yang sama. Kelompok itu disebut suatu Organisasi. Organisasi adalah sekelompok manusia yang berkumpul dalam satu wadah dan memiliki tujuan yang sama untuk melanjutkan kelangsungan hidup mereka. Adapun menurut para ahli mengungkapkan pendapat mereka tentang pengertian organisasi.
  •  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  •  James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
  • Nancy Dixon (1994) menyatakan Inti organisasi belajar adalah kemampuan organisasi untuk memanfaatkan kapasitas mental dari semua anggotanya guna menciptakan sejenis proses yang akan menyempurnakan organisasi.
  • Peter Senge (1990) menyatakan Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama.
  •  Diana Siregar (ITB) menyatakan Organisasi belajar adalah organisasi yang mampu melaksanakan proses transformasi pengetahuan secara siklikal-berkelanjutan, dari pengetahuan pekerja sebagai hasil belajar mandiri menjadi pengetahuan organisasi sebagai hasil belajar organisasional, untuk menumbuh kembangkan modal organisasi.


Jadi bisa dirangkum bahwa orang-orang yang berkumpul dalam suatu kelompok yang bernama Organisasi memiliki visi dan misi yang sama sehingga adanya terikat rasa kekeluargaan diantara mereka satu sama lain. Tanpa adanya saling kepercayaan satu sama lain suatu organisasi atau kelompok tidak akan bertahan dengan kokoh.
Organisasi mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:
  1.  Adanya komponen ( atasan dan bawahan).
  2. Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang.
  3. Adanya tujuan.
  4. Adanya sasaran.
  5. Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.
  6. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.


Unsur-unsur organisasi sebagai berikut:
  1.        Manusia (Man),
  2.         Team Work
  3.         Tujuan Bersama
  4.         Peralatan (Equipment)
  5.         Lingkungan
  6.         Kekayaan alam
  7.         Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi

  1.  Teori Organisasi.


Teori yang mempelajari tentang sebuah organisasi bagaimana fungsi, kinerja sebuah organisasi dan bagaimana organisasi mempengaruhi lingkungan sekitar nya adalah Teori organisasi. Menurut Lubis dah Husein, teori organisasi itu adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang membecarakan mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
1.  Teori Organisasi Klasik.
Teori yang berkembang di abad 19 ini disebut juga dengan Teori Tradisional atau Teori mesin. Organisasi ini secara umum digambarkan oleh para teoritis klasik sebagai lembaga tersentralisasi dan tugas terspesialisasi serta memberi petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas. Teori klasik berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas tanggapan- tanggapan dan efek yang sama yaitu: Teori Birokrasi, Teori Adminitrasi, Manajemen ilmiah.

         2.  Teori Organisasi NeoKlasik.
Teori penyempurnaan dari teori klasik. Teori neoklasik juda disebut dengan teori hubungan manusiawi yang menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerja. Atas dasar anggapan ini maka teori ini mendefinisikan “ suatu organisasi “ sebagai sekelompok orang dengan tujuan yang sama.

        3.   Teori Organisasi Modern.
Teori yang muncul pada tahun 1950 disebut analisa system pada organisasi merupakan aliran terbesar ketiga dalam teori organisasi dan menajemen. Teori yang melihat bahwa semua unsur organisasi merupakan satu kesatuan dan saling ketergantungan dan tidak terpisah. Teori ini mengemukakan bahwa organisasi bukan sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi merupakan sistem terbuka.

Pengalaman saat berorganisasi.
 Saya memiliki pengalaman organisasi ketika menduduki bangku SMA. Saya mengikuti suatu kegiatan ekstrakuikuler disekolah yaitu ekstrakulikuler paduan suara. Di dalam organisasi tersebut saya hanya menjabat sebagai anggota. Selama organisasi saya mendapat pelajaran tentang artinya kebersamaan, tanggung jawab dan sikap profesionalisme.

      Didalam kelompok kita dituntut tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan suatu pekerjaan. Dimana kita tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi tapi kita kepentingan bersama. Apalagi dalam suatu kelompok paduan suara jika kepentingan pribadi yang didahulukan terutama pada penyatuan suara yang dimana salah satu memiliki skill bernyanyi yang bertingkat. Jika salah satu mementingkan ego nya untuk memperlihatkan skill suara yang dia miliki nya tanpa adanya rasa kekompakan maka suara yang harus menjadi satu ahkir nya menjadi pecah atau berantakan.

          Selama saya mengikuti kegiatan paduan suara itu , saya pernah mengalami yang nama nya jatuh mental karena harus dibayangin dengan suara teman-teman yang lebih bagus dibandingkan saya. Namun karena adanya rasa kebersamaan yang ahkirnya menjadi rasa kekeluargaan bayangan buruk itu ahkir nya hilang. Rasa percaya satu sama lain yang ditanam membuah hasil yang baik. Awalnya organisasi ini redup karena tidak ada perkembangkan dimana saya dan teman satu kelas ditunjuk menjadi perwakilan kelas untuk menyanyika lagu-lagu nasional. Karena kami berada dalam satu kelas yang sama dan sudah kenal satu sama lain perbedaan pendapat dalam menyatukan suara tidak memiliki masalah yang terlalu besar. Hingga ahkirnya dengan rasa kekompakan,kekeluarga kami yang hanya beberapa orang itu mewakilkan sekolah kami diajang paduan suara tingkat provinsi dan bisa memenangkan juara satu se-sumbar. Awalnya orang-orang hanya memandang sebelah mata dengan keberadaan kami dan ahkirnya kami terus mewakili sekolah dalam ajang perlombaan antar sekolah dan  berhasil mengharumkan nama sekolah dan almamater kami. organisasi paduan suara yang awalnya redup ahkirnya bangkit kembali atas keberhasilan yang kami raih.

         Sampai saat ini organisasi itu terus berjalan walaupun ada pasang surutnya. Namun tanpa adanya rasa kekeluarga antar individu dalam menjalani sesuatu makan tujuan dari organisasi tidak akan tercapai. Selama saya berada dalam organisasi tersebut saya dan teman-teman bisa menyumbang penghargaan dan mengharumkan nama sekolah. Menurut saya organisasi akan menjadi kuat jika personil didalam nya memiliki tujuan sama dan memiliki sifat kekeluargaan dan sifat profesionalisme.

Source :

Sabtu, 06 Juli 2013

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan atau kesensangraan bermakna pengalaman kesusahan dan keperihan seorang individu. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan bisa berbentik fisik atau mental.
Setiap orang pasti tidak ingin menderita, namun kejadian atau musibah datang secara tidak terduga. Tingkatan penderitaan seorang relatif bertingkat. Dari yang ringan sampai yang berat. Tergantung dari seorang menyikapi bencana yang dihadapinya.

Siksaan.

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa :
      1.      Kebimbangan
Adanya sifat yang tidak bisa menentukan mana yang akan yang diambil. Adanya keraguan dalam menjalani sesuatu.
      2.      Kesepian.
Keberadaan jauh dari seseorang, merasa tidak memilki siapa-siapa. Walaupun sudah berada dalam lingkungan yang ramai namun tidak bisanya nya menyatu dengan lingkungan maka hidup merasa sepi dan sendiri.
     3.      Ketakutan.
Adanya perasaan takut terhadap sesuatu. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.


Kekalutan Mental.

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental dapat disebutkan sebagai berikut :
     1.      Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, yang berangsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang melankolis.
      2.      Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi, misalnya orang dari pedesaaan yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa lalunya yang jaya.
    3.      Cara pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai over kompensasi dan tampak emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai rasa rendah diri yang lari ke alam fantasi.

Penyebab munculnya Penderitaan.

Muncul nya penderitaan dalam diri sesorang bisa saja dari faktor dalam maupun luar. Faktor dalam yaitu diri sendiri karena adanya suatu kesalahan yang kita lakukan sehingga menimbulkan hasil buruh kepada kita. Seperti hubungan tidak harmonis dengan sahabat. Awalnya dari suatu pertemanan yang awalnya baik karena adanya suatu kesalahan yang kita lakukan dan menimbulkan kesalahan yang fatal yang tidak bisa dimaafkan maka terjadinya suatu kesalahan yang menimbulkan petengkaran yang membuat kita derita dengan kondisi tersebut. Adanya faktor alami yaitu orang mengalami ketidaksempurnaan pada dirinya dan menganggap diri yang mempunyai kekuranagan ahkirnya menganggap penderitaan dalam  hidunya.

Jadi, kita sebagai manusia harus sabar saat menghadapi cobaan. Bagaimana kita menjalani hidup dan menerima apa adanya hidup. Sebenarnya tidak adanya yang buruk diciptakan Tuhan didunia bagaimana kita sebagai manusia menerima itu semua.


Sumber:


Manusia dan Keadilan

Menurut kamus besar bahasa indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak ataupun tidak sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak, atau sewenang- wenang. Setiap manusia berhak memperoleh keadilan, sehingga kalau terpaksa harus dituntut. Biasanya untuk mendapatkan keadilan biasanya diperlukan pihak sebagai penengah, dimana posisinya netral tidak memihak kepada siapapun.

Keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan haknya. Yang menjadi hak setiap orang adalah diakuai dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya, yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajibannya, tanpa membedakan suku, keurunan, dan agamanya. Keadilan berasal dari kata adil. Menurut W.J.S. Poerwodarminto kata adil berarti tidak berat sebelah, sepatutnya tidak sewenang-wenang dan tidak memihak.

Macam-macam Keadilan
      1.      Keadilan Legal atau keadilan Moral.
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
      2.      Keadilan Distributif.
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
      3.      Keadilan Komutatif.
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Kejujuran
Kejujuran, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  berarti ketulusan hati atau kelurusan hati. Seseorang dikatakan jujur apabila ia memiliki ketulusan dan kelurusan hati. Hati yang tulus adalah hati atau perasaan yang ada pada diri seseorang dan memiliki nilai baik. Kejujuran seseorang bersangkutan dengan hati nurani. Nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Apabila dikembangkan, nurani dapat menjadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Atas keyakinan yang terdapat dalam diri seseorang, kita dapat melihat pribadi seseorang dan menilai hati sesorang itu bersih atau tidak.

Pemulihan Nama Baik
Pemulihan nama baik, yaitu mengembalikan nama baik seseorang yang sudah tercoreng atau buruk domata orang-orang, sehingga pada saat penilaian tersebut ditiadakan dan dicabut orang tersebut akan memliki nama baik kembali. Hubungannya dengan keadilan, merupakan hal yang adil dan manusiawi bagi seseorang untuk dinilai baik dimata orang-orang. Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia yaitu , Manusia menurut sifatnya adalah mahluk bermoral, Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.

Pembalasan
Pembalasan berasal dari kata balas, artinya cara atau perbuatan yang bertujuan untuk memulangkan kembali apa yang pernah terjadi kepadanya.  Hubungan yang dengan keadilan, pembalasan dapat bersifat positif yang cendrung dengan apek-aspek kerohanian dan bersifat negatif cendrung pada aspek-aspek jasmani.
Pembalasan yang bersifat positif, wujudnya antara lain berupa pujian , imbalan, dan penghargaan. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan akan memberikan pembalasan bagi orang-orang yang bertaqwa yaitu dengan surga. Bagi yang tidak bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan atau siksaan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan atau siksaan api neraka.

Sumber:

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia adalah mahluk sosial yang mempunyai sikap untuk bersosialisasi. Adanya sikap untuk saling membutuhkan satu sama lain. Terkadang sikap antara dua orang tercipta yaitu sikap cinta kasih. Adanya hubungan yang terikat antara keduanya. Cinta kasih itu tidak hanya tertuju pada sepasang manusia namun rasa yang dimiliki seseorang kepada orang-orang disekitarnya. Seperti hubungan bertali darah antara anak dan orang tua.  Hubungan antara saudara kandung. Hubungan dengan orang yang lebih tua, muda, dan kecil.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta. Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada). Ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan

Didalam kitab suci Al Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah. Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat renda aanya cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

Macam-macam Cinta

Menurut Erich Fromm (1983 : 54) dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya berbagai macam-cinta yang dapat di uraikan sebagai berikut :

     1.      Cinta Diri Sendiri.
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri untuk tetap hidup, mengembangkan potensi diri dan mengaktualisasikan dirinya. Secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi seimbang  ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.
     2.      Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan
Manusia tidak bisa hidup sendiri, hidup selalu berdampingaan membantu untuk kelangsungan hidup. Cinta kepada sesama manusia atau persaudaraan itu merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.
      3.      Cinta Erotis
Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan). Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan.
      4.      Cinta Keibuaan
Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.
      5.      Cinta terhadap Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.
      6.      Cinta terhadap Rasul
Ini merupakan ideal yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.


Sumber:

Minggu, 07 April 2013

Ilmu Budaya Dasar



Ilmu Budaya Dasar adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang nilai, kebudayaan dan prilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.  Menurut Soelaeman, M. Munandar , Ilmu budaya dasar atau basic humanities tidaklah identik dengan the humanities­ atau pengetahuan budaya yang mencakup keahlian filsafat dan seni yang dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian seperti seni sastra, seni tari, seni rupa, dan lain-lain.

Ilmu budaya dasar (IBD) identik dengan basic humanities. Humanities berasal dari kata Latin humanus yang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus (refined). Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, dan lebih halus. Masalah manusia tidak dapat dipisahkan dari masalah budaya atau pengetahuan budaya yang juga disebut sebagai humaniora. Humaniora adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan membuat manusia menjadi lebih manusiawi (humanior), dalam pengertian manusia lebih berbudaya .Ilmu Budaya Dasar atau basic humanities tidaklah identik dengan the humanities atau pengetahuan budaya yang mencakup keahlian filsafat dan seni yang dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian seperti seni sastra, seni tari, seni rupa, dan lain-lain. Jadi, Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya, melainkan pengertian dasar dan pengertian umumnya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan.

Perdebatan terhadap berbagai masalah budaya ini dilakukan dengan menggunakan berbagai pengetahuan budaya (the humanities), baik dengan menggunakan suatu keahlian (disiplin) ataupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian (interdisipliner). 
Tujuan dari Ilmu Budaya dasar adalah :


  1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
  2. Memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  3. Lebih tanggap, memiliki penglihatan yang lebih jelas, memiliki pemikiran yang lebih mendalam, serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya.
  4. Diharapkan agar mereka dapat ikut dalam pengembangan kebudayaan bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang yang luhur nilainya.
  5. Mahasiswa agar lebih mendalam dirinya sendiri sebagai manusia maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja, misalnya pemikiran dan perasaannya.
  6. Mahasiswa perlu mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain sebagai bekal enting untuk pergaulan hidup.
  7. Mahasiswa perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia, serta tahu masalah perilaku manusia.
  8. Mahasiswa perlu tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih intens terhadap masalah-masalah pemikiran, perasaan, serta perilaku manusia, dan ketentuan yan menciptakannya.
  9. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari
  10. Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
  11. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai   nilai  yang  dirasanya  sudah  dapat diterimanya  dengan penuhtanggungjawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dibenarkannya.
  12. Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih  bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
  13. Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
  14. Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.