Senin, 17 Maret 2014

Peran Komunikasi dalam Organisasi

1.      Pengertian dan Arti Penting Komunikasi.

Komunikasi adalah suatu cara seseorang berinteraksi satu sama lain untuk memberi dan menerima informasi yang dibutuhkan. Komunikasi itu adanya karena ada suatu percakapan antara dua orang atau lebih. Memberi dan menerima informasi yang dibutuhkan satu sama lain. Membentuk sebuah proses yang timbal balik antara si pemberi informasi dan si penerima informasi yang saling mempengaruhi satu sama lain. Adapun Pengertian Komunikasi menurut beberapa ahli:
·         Komunikasi adalah suatu proses yang memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara, dan diubah. (Louis Forsdale, 1981).
·         Komunikasi manuasia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi masyarakat menciptakan, mengirimkan, mengunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungan dan orang lain.(Brent D. Ruben ,1988).
·         Komunikasi adalah proses yang mana simbol verbal dan nonverbal dikirim,diterima, dan diberi arti. (Seiler, 1988).
·         Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? Mengatakan apa? Dengan saluran apa? Kepada siapa? Dengan akibat atau hasil apa?. (Lasswell 1960).
·         Ilmu Komunikasi adalah suatu konstruksi yang dibuat oleh manusia, seperti tanah liat yang dapat dibentuk apa saja atau air yang memenuhi wadah yang bagaimanapun bentuknya (Deddy Mulyana, 2011).

Komunikasi sangat penting bagi manusia karena sebagai mahluk sosial kita harus berinteraksi dengan sama untuk mencapai tujuan hidup. Dengan komunikasi kita bisa hidup saling bergotong royong dengan sesama manusia dan juga untuk kelangsungan hidup.
Menurut Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson. Komunikasi mempunyai dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup diri-sendiri yang meliputi: keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran pribadi, menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi pribadi. Kedua, untuk kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk memperbaiki hubungan sosial dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.( Deddy Mulyana, 2008)


2.      Jenis dan Proses Komunikasi.

       A.    Jenis komunikasi 
       a.  Komunikasi Verbal.
Komunikasi verbal adalah komukasi yang menggunakan simbol-simbol atau kata-kata, baik yang dinyatakan secara oral atau lisan mmaupun secara lisan. Komunikasi verbal dapat dibedakan atas komukasi lisan dan komunikasi tulisan
Komunikasi lisan dapat mendefenisikan sebagai suatu proses dimana seseorang berinterkasi secara lisan dan menyampaikan informasi agar membuat si penerima atau si pendengar terpengaruh dengan perkataannya. Didalam organisasi terdapat bermacam-macam tipe dari komunikasi lisan yaitu: intruksi, penjelasan, laporan lisan, pembicaraan.
Komumikasi tulisan ialah komunikasi yang penyampaian berupa tulisan seperti surat, memo, surat petunjuk, gambar, laporan, dan lain-lain. Prinsip- prinsip komunikasi secara tulisan adalah kebenaran cara menulis, keringkasan isi, kelengkapan, kejelasan  dan kesopansantunan.(Lewis,1987).

      b.      Komunikasi Non Verbal.
Komunikasi non verbal adalah pemciptaan dan petukaran pesan dengan tidak menggunakan kata-kata seperti komunikasi yang menggunakan gerakan tubuh, sikap tubuh, vokal yang bukan kata-kata, kontak mata, ekspresi muka, kedekatan jarak dan sentuhan.
Komunikasi verbal dapat mengekspresikan perasaan seseorang dengan ekspersi wajah, suara, sikap. Tiap gerakan yang ditampilkan kita dapat menyatakan sikap, kesehatan dan keadan psikologis seseorang.

     B.     Proses komunikasi.
Proses komunikasi adalah langkah- langkah yang dilakukan untuk memulai menciptakan sebuah informasi dan dipahami oleh penerimanya. Menutut Joseph De Vito (1996) mengemukakan komunikasi adalah transaksi. Hal tersebut dimaksudkan bahwa kommunikasi merupakan suatu proses, dimana komponen-komponen saling terkait. Bahwa para pelaku komunikasi beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan dan keseluruhan. Adapun proses komunikasi adalah sebagai berikut:
1.         Pengirim pesan, orang yang mengirim pesan. Pesan yang akan dikirim berasal dari otak sipengirim.
2.         Pesan, informasi yang akan dikirimkan kepada pada sipenerima. Pesan tersebut bisa berupa verbal dan non verbal.
3.         Saluran, merupakan perantara yang dipakai pesan dalam menempuh perjalanan.
4.         Penerima pesan, orang yang menerima pesan dari sipengirim dan menganalisis isi pesan yang ia terima.
5.         Umpan balik, bentuk respons si penerima terhadap pesan yang ia terima oleh si pengirim. Si penerima memberikan reaksi kepada surat yang dia terima dan pengirim dapat mengetahui pesan yang ia kirim sampai kepada si penerima atau tidak.

Setelah adanya tahap komunikasi adapun juga unsur komunikasi. Wilbur Schramm menyatakan bahwa proses komunikasi harus memiliki 3 unsur yaitu komunikator, pesan dan komunikan. Sedangkan Harold D Laswell memperkenal 5 formula komunikasi untuk terjadinya suatu proses komunikasi, yaitu
a.         Who? (siapa/pengirim). pelaku utama yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi.
b.         Say What? (pesan). Apa yang akan disampaikan kepada sipenerima.
c.         In Which Channel? (saluran/media) alat untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima.
d.        To Whom? (untuk siapa/penerima). Orang yang menerima pesan dari pengirim.
e.         With What Effect? (dampak). Efek penerima setelah mendapatkan pesan.

3.      Komunikasi Efektif.

Komunikasi Efektif adalah adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi. komunikasi dinilai efektif bila rangsangan yang disampaikan dan yang dimaksudkan oleh pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima (Yusrizal,2005). Tujuan dari komunikasi efektif ini adalah memberi kemudahan dan memahami sebuah pesan yang diterima dan diberikan.

Bentuk komunikasi efektif :
               a.       Komunikasi verbal efektif :
·         Berlangsung secara timbal balik.
·         Makna pesan ringkas dan jelas.
·         Bahasa mudah dipahami.
·         Cara penyampaian mudah diterima.
               b.      Komunikasi non verbal :
·         Penampilan fisik.
·         Sikap tubuh dan cara berjalan.
·         Ekspresi wajah.

4.      Implikasi Manajerial.

Implikasi mempunyai artinya akibat dalam kamus Bahasa Indonesia. Kata Implikasi bisa merujuk kepada salah satu aspek yaitu menajemen. Dalam menajemn terdapat implikasi:
     a.       Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
      b.      implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan

Daftar Pustaka
      
·         Dr. Arni Muhammad, 2005 , Komunikasi Organisasi, juli 2005, PT Bumi Aksara
·         Drs. Tommy Suprapto, M.S,  2005 , Pengantar Teori dan Menajemen Komunikasi, MediaPress Indo
·         Dr. Farid Hamid M.Si, Heri Budiyanto S.Sos M.Si ,2011, Ilmu Komunikasi : sekarang dan tanntangan masa depan, Kencana Prenada Media Group.
·         wikipedia, 2013, http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_definisi_komunikasi, 15/03/2014, 17:35

Rabu, 22 Januari 2014

Tugas TOU #1 (Kepemimpinan)

Kasus:

Drs. Hartoyo seorang pensiunan tentara yang melanjutkan karier nya sebagai menejer tingkat menengah dalam departemen produksi disebuah perusahaan. Sudah 6 bulan Hartoyo bekerja di perusahaan tersebut, namun semangat kinerja departemen yang ia pimpin rendah dari sebelumnya. Hubungan Hartoyo dengan bawahannya tidak harmonis. Ahkirnya ia bertanya kepada Drs. Abdul Hakim yaitu menajer departemen keuangan tentang rendahnya semangat kinerja dari departemen produksi.  Abdul memberitahu jika bawahan hartoyo tidak senang karena sikap Hartoyo yang suka membuat keputusan sendiri. Hartoyo pun menyangkal bahwa di dalam tentara dia membuat suatu keputusan untuk dirinya sendiri dan semua bawahan mengharap dia melakukan itu.

Pertanyaan:

1.    Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahanya? Bandingan motivasi bawahan Hartoyo sekarang dan dulu sewaktu ditentara.
Jawab: Hartoyo memiliki tipe kepemimpinan yang Otokratis, dimana tipe ini memiliki ciri-ciri yang mengandalkan kekuasaan, keras, perintah diberikan secara paksa, dan jauh dari bawahan. Ciri tersebut sangat cocok untuk Hartoyo. Sifat Hartoyo tersebut tertanam saat dia menjadi Tentara. Seorang komandan memberi perintah kepada prajurit, dan tidak boleh dilanggar. Komandan mempunyai kekuasaan yang besar dan prajurit tidak bisa membatah perintah komandan.
Keuntungan dari sifat kepemimpinan otokratis adalah keputusan bisa diambil lebih cepat karena tipe ini tidak suka bermusyawarah. Kelemahan nya sangat banyak yaitu tidak ada hubungan harmonis antara atasan dan bawahan. Inisiatif dan daya kreatif bawahan sangat dibatasi karena harus sesuai dengan kehendak pemimpinya. Tidak ada teamwork yang terjalin.
Motivasi untuk karyawan hartoyo di departemen produksi adalah adanya keterbukaan antara bawahan dan pimpinan. Jika ingin mencapai suatu prestasi yang tinggi dalam pekerjaan harus adanya kerjasama antara anggota. Tanpa kerjasama tingkat kinerja departemen produksi tidak ada peningkatan sama sekali. Sedangkan untuk bawahan Hartoyo pada saat ditentara yaitu sebagai prajurit harus menjalani perintah dari komanda. Pangkat sangat berpengaruh dalam dunia Angkatan. Semakin tinggi pangkat seseorang semakin tinggi kekuasaan yang dia punya.

2.    Konsekuensinya apa, bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya? Apa saran saudara bagi perusahaan untuk merubah keadaan?
Jawab: Jika Hartoyo tidak mengubah sifat nya kinerja departemen produksi akan semakin buruk bahkan bisa membuat perusahaan bangkrut. Sifat Hartoyo juga akan dibenci oleh karyawan yang lain karena tidak suka dengan perilaku Hartoyo. Ini akan membuat kerugian bagi perusahaan sendiri. Posisi Hartoyo tidak lagi dalam lingkungan tentara yang semua perintah yang ia buat harus dilaksanakan oleh bawahannya.
Saran: Harus adanya peringatan kepada Hartoyo. Memberitahukan  bahwa dia tidak berada di lingkungan tentara lagi dan tidak perlu bersikap sebagai komandan. Harus adanya pendekatan antara Hartoyo dan bawahan yang agar menjalin kerja sama yang baik.

Kesimpulan:


Jadi Tipe kepemimpinan dari Hartoyo yang otokratis harus diubah. Saat ini Hartoyo tidak lagi sebagai tentara yang membuat perintah dan dilaksanakan oleh bawahannya. Namun Hartoyo sekarang hanya seorang menajer tingkat menengah dalam departemen sebuah perusahaan. Mengubah pandangan Hartoyo bahwa suatu pekerjaan harus dilakukan dengan kerjasama sebuah tim. Membuka komunikasi dengan bawahan, menjalin kerjasama menjadi sebuah tim yang kompak. Dia harus membedakan kehidupan di tentara dan di pekantoran yang sangat berbeda. Tipe kepemimpinan yang harus dipakai oleh Hartoyo adalah Demokratis yaitu bersikap terbuka, berpartisipasi aktif dalam organisasi, bermusyawarah untuk mencari kesepakatan, dan menghargai potensi individu. Tipe ini sangat bagus digunakan seorang pemimpin yang ingin kerjasama dengan menghasilkan sebuah tim yang bagus.


Kamis, 09 Januari 2014

Sejarah Google


Google... siapa yang tidak tahu dengan search engine ini. Alat pencari informasi yang membantu kita saat mencari sesuatu di internet. Google sendiri adalah hasil karya dua mahasiswa Stanford University, California. Dua mahasiswa ini yaitu Larry Page dan Sergey Brin mereka berdua membuat search engine dengan nama “BackRub” karena memiliki sistem yang melakukan pengecekan backlink untuk memperkirakan tingkat penting tidaknya sebuah situs.

Mereka menggunakan Algoritma untuk mengurutkan halaman situs dan dengan menggunakan analisis matematika dengan memnghubungkan situs web agar menghasilkan halaman pencarian informasi yang baik dengan halaman pencarian informasi sebelum nya. Yakin bahwa halaman dengan paling banyak link menuju halaman tersebut dari halaman-halaman web relevan lainnya merupakan halaman-halaman yang paling relevan maka Larry Page dan Sergey Brin melakukan pengujian dan menjadikan thesis mereka sebagai penelitian untuk search engine mereka. Akhirnya search engine buatan mereka digunakan oleh Stanford University di google.stanford.edu. Dan domain google.com diregistrasikan pada 15 september 1997 dan menjadi perusahaan Google Inc.

Nama Google sendiri sebenarnya adalah plesetan dari kata Googol yang berarti 10 pangkat 100, yang berarti angka 1 dan diikuti seratus angka nol yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa di Google ada banyak sekali informasi yang hampir “tak terhitung” banyaknya. Pada 4 September 1998, Google yang pada saat itu masih berkantor di Garasi milik salah seorang teman Larry Page dan Sergey Grin sudah mencapai investasi hingga $1,1 juta, termasuk $100,000 dari Andy Bechtolsheim, salah satu penemu Sun Microsystems. Google baru berpindah kantor pada maret 1999 ke Palo Alto. Sejak sat itu google terus berkembang dan terus memperoleh banyak kunjungan ke search enginenya karena desain yang simple dan hasil pencarian yang bagus. 

Pada tahun 2000, google mulai menjual iklan berbasis teks dengan mempertahankan uncluttered desain halaman dan untuk memaksimalkan kecepatan loading halaman. Kata kunci dijual berdasarkan pada kombinasi tawaran harga dan klik-through, dengan penawaran dimulai dari $. 5 perdetik. Bisa dilihat bagaimana suksesnya sebuah search engine yang bisa menampung jutaan informasi yang dibutuhkan oleh semua orang.


Jumat, 29 November 2013

TUGAS TOU#1

1.Apa beda pengaruh, kekuasaan dan wewenang?

Pengaruh adalah yaitu daya yang ada dan timbul dari sesuatu (benda,orang) yang ikut membentuk watak, kepercayaan dan perbuatan seseorang (menurut kamus bahasa indonesia(2001:849)).
                                     
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).

Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.
Ada 2 pandangan mengenai sumber wewenang, yaitu :
     1.      Formal, bahwa wewenang di anugerahkan karena seseorang diberi atau dilimpahkan/ diwarisi hal tersebut.
      2.      Penerimaan, bahwa wewenang seseorang muncul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok/individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.

Kekuasaan(power) sering di campur adukan dengan wewenang. Bila wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Kekuasaan posisi (position power) di dapat dari wewenang formal suatu organisasi. Kekuasaan pribadi (personal power) di dapatkan dari para pengikut dan didasarkan atas seberapa besar pengikut dan di dasarkan atas seberapa besar para pengikut mengagumi dan respeck pada seorang pemimpin.


2.Teknik Pengambilan Keputusan?

Keputusan adalah suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara menganalisa kemungkinan - kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinya. Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final . Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.

Teknik pengambilan keputusan :
       1.      Teknik Kreatif.
a.       Brainstorming, adalah Berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum dari kelompok dengan memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan ide-idenya.
b.      Synectics, didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan, dimaksudkan untuk meningktakan keluaran (output) kreatif individual dan kelompok.

       2.      Teknik Partisipatif, Individu individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
 3.      Teknik Modern,
a.    Teknik Delphi, pengambilan keputusan tidak melakukan interaksi tatap muka. Jadi, dengan teknik ini sangat mungkin kita dapatkan sejumlah pakar tanpa harus mengumpulkan mereka pada disatu tempat pada waktu yang sama
b.     Teknik Kelompok Nominal, gagasan – gagasan digali secara nominal ( tanpa interaksi ) guna menghindari hambatan dan permufakatan.





3.Unsur- Unsur Komunikasi?

Komunikasi berasal dari bahasa Latin, “comunis” yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang,  kelompok,  organisasi, dan masyarakat menciptakan , dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
Unsur-unsur komunikasi
Arestoteles, ahli filsafat Yunani Kono dalam bukunya Rhetorica  menyebut bahwa suatu proses komunikasi memerlukan tiga unsur yang mendukungnya, yakni siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan, dan siapa yang mendengarkan.
1.      Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyimpanan pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Seperti orang, lembaga, buku, dokumen, dan sejenisnya.
2.      Komunikator adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya.
3.      Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator atau isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
4.      Channel / Saluran adalah saluran penyampaian pesan, isa juga disebut dengan media. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
5.      Komunikasi digolongkan menjadi personal, kelompok dan massa.
6.      Efek hasil akhir dari suatu komunikasi, yaitu sikap dan tingkah laku, sesuai atau tidak dengan yang diinginkan.
7.      Faktor-faktor yang diperhatikan dalam proses komunikasi


Selasa, 12 November 2013

Struktur Pemilihan pada Pascal

Blok pemilihan merupakan blok kontrol yang digunakan untuk memilih statemen atau aksi-aksi yang akan dilakukam, dimana pemilihantersebut didasarkan atas nilai dari kondisi-kondisi tertentu. Suatu aksi akan dikerjakan atau dieksekusi oleh program apabila kondisi yang di defenisikan untuk aksi tersebut oleh bernilai benar (true). Sebaliknya, bila kondisi tidak terpenuhi atau salah (false) maka program akan melakukan aksi lain (jika ada) atau langsung keluar dari blok pemilihan. Dalam bahasa pascal blok pemilihan dapat didefinisikan dengan dua cara, yaitu menggunakan statmemen if dan case.

Statemen if.

Statemen if akan diikuti oleh ekspresi (sebagai kondisi yang akan diperiksa) dan selalu berpasangan dengan kata kunci then.

Penyeleksian Satu Kasus, dengan menggunakan struktur IF-THEN:

Pada penyeleksian satu kasus, kondisi akan diseleksi oleh statemen if. Bila kondisi bernilai benar (true), maka aksi sesudah kata then (dapat berupa satu atau lebih aksi) akan diproses. Bila kondisi bernilai salah (false), maka tidak ada aksi yang akan dikerjakan. Statemen endif adalah untuk mempertegas bagian awal dan bagian akhir struktur IF-THEN.


 contoh pemakaian if .. then

 output codingan

Penyeleksian Dua Kasus, menggunakan struktur IF-THEN-ELSE:

Dalam struktur IF-THEN-ELSE, aksi1 akan dilaksanakan jika kondisi bernilai benar (true), dan jika kondisi bernilai salah (false) maka aksi2 yang akan dilaksanakan. Statemen else menyatakan ingkaran (negation) dari kondisi.


 contoh pemakaian if .. then .. else
 output codingan

Penyeleksian Tiga Kasus atau Lebih (Penyeleksian IF Tersarang):

Untuk penyeleksian tiga kasus atau lebih juga menggunakan struktur IF-THEN-ELSE sebagaimana halnya permasalahan dua kasus.












 Statemen Case Of.

Dalam statemen  case, nilai-nilai konstan yang didefenisikan sebagai nilai pilihan harus bersifat unik dan berasal dari tipe ordinal (misalnya char, integer, byte, boolean). Statement CASE Struktur CASE-OF mempunyai suatu ungkapan logika yang disebut dengan selector dan
sejumlah statemen yang diawali dengan suatu label permasalahan (case label) yang mempunyai tipe sama dengan selector. Statement yang mempunyai case label yang bernilai sama dengan case label yang bernilai sama dengan nilai selector akan diproses sedang statemen yang lainya tidak.

CASE Variabel Kondisi OF
CASE- LABEL 1: STATEMENT 1;
CASE- LABEL 2: STATEMENT 2;
........
CASE- LABEL N: STATEMENT N;
END; { end dari case }

Kondisi1, kondisi2, … kondisiN dapat bernilai benar atau salah. Tiap kondisi diperiksa nilai kebenarannya mulai dari kondisi pertama sampai ditemukan kondisi yang benar. Jika kondisi ke-k benar, maka aksi ke-k dilaksanakan, selanjutnya keluar dari struktur CASE. Aksi yang dipasangkan dengan kondisi ke-k dapat lebih dari satu, karena itu ia berupa runtunan. Jika tidak ada satupun kondisi yang benar, maka aksi sesudah otherwise (optional) dikerjakan

 
contoh pemakaian case of

output codingan



sumber:
modul ilab gunadarma

budi raharjo, informatika bandung,juli 2005, teknik pemograman pascal